Sempat ku memiliki sebuah cahaya merah terang..
Ku terus berlari bersama cahaya itu..
Gelap terjal kehidupan ini tak jadi penghalang..
Perih luka tak terasa saat ku berada disamping cahaya itu..
Sampai suatu ketika..
Aku harus berdiri jauh darinya..
Untuk beberapa saat ku masih dapat merasakan cahayanya..
Namun itu tidak dapat berjalan lama..
Sampai ku menemukan cahaya baru..
Cahaya biru terang membuatku merasa nyaman..
Membuat seakan ku lupa pernah ada cahaya merah yang menerangiku..
Aku dapat melalui dinginnya alam..
Tersenyum lebar dari mulutku..
Cukup lama q bersama cahaya biru itu..
Bahkan membuatku berfikir cahaya itulah jiwaku..
Namun ku salah..
Hingga ku sadari..
Cahaya merah masih setia menyinariku..
Mungkin bukan ragaku..
Bukan pula jalanku yang ia sinari..
Namun hati ku..
Hati yang dulu pernah mati..
Tak tau arah mana yang akan dituju..
Ku mulai mencari dimana cahaya merah itu..
Dengan mata tertutup..
Gelap..
Tak ada satupun hal yang dapat ku lihat..
Hingga pada satu langkah ku terhenti..
Ku merasakan sinar dari cahaya merah itu..
Terduduk ku lemas..
Tak dapat ku bendung lagi air mata..
Saat ku lihat sinar merah dari kejauhan..
Ku dekati cahaya itu..
Nampak siluet manusia menutupinya..
Ku terdiam..
Ku bertanya..
Ku berfikir..
Siapa dia..
0 komentar:
Posting Komentar